Postingan

Warga Bantaran Sungai Diminta Selalu Waspada Karena Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2

Jakarta -  BPBD DKI Jakarta melaporkan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara (Jakut), mengalami kenaikan. Pintu Air Pasar Ikan siaga dua, warga bantaran sungai diminta waspada. Sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami dampak kenaikan air di Pintu Air Pasar Ikan. Di antaranya yakni Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, hingga Kalibaru. Dalam unggahan Twitter-nya di @BPBDJakarta, tinggi air mengalami kenaikan sejak pukul 15.00 WIB aching tadi. Saat itu, tinggi air masih angka 170 centimeter (Cm), sebelum akhirnya menyentuh di titik 203 Cm pada pukul 18.00 WIB. "Kronologis Kenaikan #TinggiMukaAir di Pintu Air Pasar Ikan (Siaga/Siaga 2) Sabtu, 29 Mei 2021, Pukul 18.00 WIB," cuit Twitter BPBD DKI Jakarta. Sementara itu, tinggi muka air di Pintu Air Angke Hulu juga mengalami kenaikan dan berstatus siaga tiga atau waspada. BPBD DKI menyampaikan tinggi air masih di angka 110 Cm pada pukul 16.00 WIB, kemudian mengalami kenai...

Gambar Para Pahlawan Nasional Menghiasi Tembok Cipondoh Tanggerang

Tanggerang -  Ada yang berbeda di tembok Kampung Sasak, Cipondoh Tangerang. Dinding yang semula kumuh dan kosong ini nampak lebih indah. Deretan wajah tokoh nasional menghiasi sudut kampung ini. Seperti Ki Hajar Dewantara, Gus Dur, Soekarno, Muhammad Hatta dan sederet tokoh lainnya. Mural bertema pahlawan nasional dilukis atas inisiatif pihak sekolah SMA Negeri 10 Tangerang. Sejak bulan April lalu, pihak sekolah memilih untuk menyulap tembok kosong ini. Tokoh-tokoh nasional yang menginspirasi di lukis dengan warna hitam putih. Wajah mereka nampak lebih indah dan hidup. Dengan detail-detail yang menakjubkan. Membuat suasana jalan ini lebih enak dipandang mata. Biasanya, mural bertema tokoh nasional dilukis menjelang HUT RI atau mendekati Hari Pahlawan. Namun, mural bergambar Pahlawan Nasional di Jalan Raya Cipondoh Plawad Indah, Tangerang ini menjadi nilai estetik dan sarana edukasi bagi warga sekitar. Mural bertema kebangsaan yang menggambarkan tokoh nasional tersebut juga memberik...

Kisah Kekejaman yang di Alami Penduduk Kota Tigray

Tigray - Pejuang Amhara yang bertanggung jawab di kampung halamannya di Humera dan wilayah konflik lainnya di Tigray barat baru saja memerintahkan warga Tigray atau disebut Tigrayan di lingkungannya untuk meninggalkan rumah dalam waktu 24 jam. "Para pria milisi yang telah meneror kami selama berbulan-bulan, mengatakan kepada kami bahwa kami tidak diizinkan lagi tinggal di sana, karena kami orang Tigray," jelas perempuan 34 tahun dan ibu tiga anak itu. "Mereka memerintahkan kami untuk pergi dengan tangan kosong. Mereka mengatakan semua harta benda yang kami punya milik Amhara, bukan untuk kami," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (22/4). Pasukan Amharan memasuki Tigray barat dari wilayah Amhara yang berdekatan untuk mendukung pasukan government Ethiopia pada November tahun lalu, ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed memerintahkan serangan pada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Sejak saat itu, warga etnis Amhara, kelompok etnis terbesar kedua di Ethiopia, meng...